Heat stress/ stress panas terjadi karena ketidakseimbangan antara panas yang mengalir dari tubuh hewan ke lingkungan sekitarnya dan jumlah energi panas yang dihasilkan oleh hewan. Ketidakseimbangan ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor lingkungan (misalnya, sinar matahari, iradiasi termal, dan suhu udara, kelembaban dan gerakan), dan karakteristik hewan (misalnya, spesies, laju metabolisme, dan mekanisme termoregulator). Heat stress/ stress panas dapat menyebabkan fee intake berkurang, pertumbahan melambat, efisiensi pakan memburuk, produksi telur menurun, kualitas telur dan daging menurun, dan apabila parah dapat menyebabkan kematian

Gejala Klinis

  • Hewan melakukan panting dan napas dengan cepat.
  • Hewan mendinginkan tubuhnya ke tempat minum.
  • Hewan sering mengepakkan sayapnya.
  • Hewan makan berkurang dan lebih sering minum.

Diagnosis

Melakukan pengecekan suhu lingkungan dan hewan. Kemudian melihat adanya gejala klinis yang muncul dan lesinya. Apabila tejadi kematian dapat dilakukan nekropsi dan dapat dilihat perubahan makroskopis maupun mikroskopisnya.

Gambar 1. A. Pembesaran atrium kanan jantung dan akumulasi darah, B. Pembesaran jantung dan hipertropi ventrikel kanan, C. Degenerasi dengan hemoragi otot jantung, D. Degenerasi melemak pada sel otot jantung.(pewarnaan HE, 400X) (Aengwanich and Simaraks, 2004)
Gambar 2. A. Pelebaran ureter dan akumulasi cairan. B. Hemoragi pada papilla ginjal. (pewarnaan HE, 400X) (Aengwanich and Simaraks,  2004)

Pencegahan

Pencegahan heat stress/ stress panas diantaranya dengan cara kandang perlu dibuat terasa nyaman, disarankan menggunakan kandang sistem tertutup (closed house), akan tetapi karena sistem perkandangan ini membutuhkan investasi tinggi, penggunaan kandang terbuka dapat direkomendasikan dengan catatan memiliki sistem ventilasi yang cukup, atap berbentuk monitor, dibangun memanjang mengarah timur-barat, serta dilengkapi dengan tanaman pelindung di sekitar kandang.

Penanganan

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengaruh heat stress/stres panas pada unggas yaitu mengurangi stres panas melalui pemberian air minum yang dingin (20 – 24oC), dapat menggunakan senyawa golongan fenolik dan polifenolik yang memiliki kemampuan menangkap radikal bebas, memanipulasi suhu lingkungan dengan teknologi perkandangan, dan pemberian suplementasi antistres pada pakan atau air minum.

Referensi

Aengwanich, W. and Simaraks, S. 2004. Pathology of Heart, Lung, Liver and Kidney in Broilers Under Chronic Heat Stress. Songlanakarin J Sci Technol. 26(3): 417 – 424.

Lara, Lucas J. and Marcos H. Rostagno. 2013. Impact of Heat Stress on Poultry Production. Animals (Basel) 3(2): 356–369.

Ramle SFM, Kawamura F, Sulaiman O, Hashim R. 2008. Study on antioxidant activities, total phenolic compound, and antifungal properties of some Malaysian timbers from selected hardwoods species. In: Int. Conf. Environ. Res. Technol. Parkroyal Penang, 28-30 Mei 2008. Penang (Malaysia). p. 472-475.

Tamzil, MH. 2014. Stres Panas pada Unggas: Metabolisme, Akibat dan Upaya Penanggulangannya. Wartazoa 24(2): 57 – 66.