Aspergillosis atau Brooder Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur. Aspergillus merupakan spesies jamur yang tersebar secara cosmopolitan, karena spora jamur yang mudah disebarkan oleh angina, mudah tumbuh pada bahan-bahan organic atau produk hasil pertanian. Litter dan pakan yang digunakan dalam memlihara ungags bahanya merupakan produk pertanian sehingga berperan sebagai  sumber infeksi Aspergillus atau disebut juga dengan penyakit aspergillosis. Infeksi ini  merupakan infeksi Opportunistic yang paling umum dari saluran pernafasan pada unggas seperto ayam, kalkun, burung liar dan burung dalam sangkar yang dapat menyebabkan tingginya angka penularan dan kematian sehingga secara langsung berdampak terhadap kerugian ekonomi.

Etiologi dan Transmisi

Aspergillosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur atau dari genus Aaspergillus, Spesies yang paling pathogen adalah Aspergillus fumigatus, Aspergillus flavus dan Aspergillus niger. Aspergillus Memiliki Kingdom : Fungi, Division: Ascomycota , Class : Euromycetes, Ordo: Eurotiales, Family: Trichomacaceae. Genus Aspergillus diklasifikasikan pada tahun 1729 oleh Micheli. A fumigatus dapat  menghasilkan racun yang mengakibatkan perdaarahan yang akut dan keguguran pada sapid an domba. A flavus mampu menghasilkan zat yang bersifat karsinogenik dan sangat beracun  disebut aflatoksin.

Gambar 1. Koloni Mikroskopis dan makroskopis Aspergillus Spp yang tumbuh pada media Sabourand’s Dextrose Agar (SDA) (Ratih Novita Praja, et  al 2017).

Jamur aspergillus ini selali ditemukan pada pakan dan juga pada bahan-bahan sejenis lainya. Karena sifatnya yang cosmopolitan dan spora yang sangat kecil dan ringan, jamur ini secara mudah menyebar di udara sehingga sangat  muda mempunyai peran untuk mencemari bahan-bahan lain seperti menghirup konidia atau spora dari pakan terkontaminsasi, material feses, tanag dan kontaminasi telur dan mampu menginfeksi embrio yang sedang berkembang.

Gejala Klinis

Dalam Kondisi Akut

  • Anoreksia
  • Terlihat mengantuk
  • Terkadang membuka mulut karena kesulitan bernafas
  • Terkadang mengalami kejang
  • Apabila menginfeksi otak dapat menimbulkan gangguan syaraf
  • Mata tertutup cairan kental berwarna kuning
  • Pertumbuhan ayam melambat

Dalam Kondisi Kronis

  • Menyerang ayam dewasa
  • Penurunan nafsu makan
  • Batuk
  • Sulit bernafas
  •  Dan ayam menjadi kurus
Gambar 2. Ayam menunjukan gejala dyspnea ( Eassa et al, 2017)

Diagnosis

Metode Diagnosa dapat  dilakukan dengan dengan sediaan ulas dan kerokan kulit untuk menemukan fragmen hifa jamur yang bersekat  dan berjamur. Isolasi dan Identifikasi dapat  dilakukan dengan cara  membiakan pada medium Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dan diinkubasi pada suhu kamar selama 1-2 minggu.

Pada pemeriksaan patologi anatomi kondisi hewan yang terinfeksi jamur Aspergillosis sering dijumpai adanya nodul-nodul pada paru. Selain itu sering juga dijumpai cairan bernanah yang berwarna hijau kekuningan, selaput kantung udara yang menebal dengan pertumbuhan jamur berwarna putih pada permukaanya. Pada airsacculitis juga  ditemukan banyak bercak putih dan cokelat dengan granuloma jamur bervariasi terdistribusi di seluruh thorax dan perut ayam.


Gambar 3. Patologi pada paru-paru ayam banyak granuloma putih hingga kekuning secara diffuse (Dr. M.E. Lighty msd manual)

Gambar 4. airsacculitis pada ayam dengan granuloma difus putih kecoklatan (Dr. M.E. Lighty msd manual)

Pencegahan

  • Menjauhkan burung-burung dari lingkungan yang terkontaminasi
  • Pembuangan bahan yang terkontaminasi untuk mengurangi paparan selanjutnya
  • Mencoba untuk tidak menganggu material yang  terkontaminasi untuk mengurangi penularan secara aerosol terutama spora
  • Peningkatan ventilasi terutama sirkulasi untuk mengurangi keparahan infeksi
  • Melakukan prosedur desinfeksi terhadap lingkungan dan alat yang terkontaminasi
  • Pada produk bahan pangan asal hewan seperti telur yang terkontaminasi atau retak tidak boleh dilakukan inkubasi karena memungkinkan untuk pertumbuhan bakteri dan jamur

Penanganan

  • Pada dasarnya belum ada pengobatan/vaksin  yang efektif untuk penyakit ini
  • Prognosis pada penyakit  ini sangat buruk
  • Pengobatan dapat  diberikan antifungal seperto itraconazole, fluconazole, clotrimazole, miconazole, ketoconazole dan amfoterisin B

Referensi

Dr. Archana Kannoju,Dr. Pavani Veldi and Dr. Vishal Kumar. 2021. An Overview of aspergillosis in poultry : A review. Journal of Entomology and Zoology Studies. DOI https://doi.org/10.22271/j.ento.2021.v9.i1j.8647.

Eassa S.H, Mohammed M.H and A.M Omer. 2017. Report:Prevalence and significant of aspergillosis in commercial broiler chicken : Pathological study. Iraq. Iraqi Journal of Veterinary Science, Vol. 31, No 2(113-116).

G.D. Leishangtem, N.D Singh and H.S Banga. 2015. Aspergillosis in Avian Species : A Review. Punjab,India. Departement of Veterinary Pathology University of Ludhiana, 141004. Page 01-14.

Kementerian Pertanian.2014. Manual Penyakit Unggas : Aspergillosis. Hal 163-168.

Michele Kromm and Megan Lighty. 2020.  Aspergillosis in Poultry . MSD Manual Veterinary. https://www.msdvetmanual.com/poultry/aspergillosis/aspergillosis-in-poultry.

Ratih Novita Praja And Aditya Yudhama. 2017. Isolasi dan Identifikasi Aspergillus Spp Pada Paru-Paru Ayam Kampung Yang Dijual di Pasar Banyuwangi. Surabaya,East Java. Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi Universitas Airlangga. Vol.1 No.1 : 6-11.