Fatty Liver Hemorrhagic Syndrome (FLHS) adalah gangguan metabolisme yang dapat menyebabkan kematian mendadak, serta merupakan salah satu penyebab utama kematian pada unggas. Ciri khas dari gangguan ini adalah penumpukan lemak di hepar/hati, dengan berbagai tingkat perdarahan. Kondisi ini berhubungan dengan energi yang berlebih dan kurangnya exercise. FLHS juga dapat mengganggu metabolisme kalsium pada unggas, sehingga mempengaruhi tulang dan kualitas cangkang telur.
Etiologi
FLHS disebabkan karena asupan energi yang berlebih dan kurangnya exercise pada unggas. Selain itu, kondisi ini sering dijumpai pada unggas betina. Pada saat memasuki masa produksi telur, kadar estrogen dalam serum meningkat begitupun dengan kandungan lemak di hati. FLHS lebih sering terjadi pada unggas berproduksi tinggi, yang diperkirakan memproduksi lebih banyak estrogen dari aktifnya ovarium.
Temuan Klinis
Unggas penderita biasanya ditemukan mati tanpa gejala klinis. Ayam petelur penderita FLHS mengalami peningkatan kadar estrogen, osteokalsin, dan leptin-like protein dalam darah. Hati biasanya tampak membesar, berwarna pucat, dan konsistensinya lunak, tampak berbagai tingkatan perdarahan. Rongga abdomen tampak terdapat lemak (tak jenuh) berminyak. Ovarium biasanya aktif pada fase awal FLHS, dan stres metabolik dan fisik yang berhubungan dengan oviposisi dapat menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Unggas penderita umumnya tampak pucat pada bagian jengger, yang dapat dikarenakan oleh produksi telur berkurang atau kehilangan darah.
Diagnosis
FLHS dapat dengan mudah diketahui pada saat nekropsi karena perdarahan pada hati maupun karena perbesaran hepar dan penumpukan lemaknya. Hal tersebut menyebabkan hepar menjadi lunak. Warna kuning pucat pada hepar yang khas tidak selalu dikarenakan FLHS. Ayam petelur normal yang diberi pakan jagung atau tingginya kadar pigmen xantofil juga akan menyebabkan hepar berwarna kuning, namun tidak ditemukan adanya perdarahan. Beberapa bahan pakan juga dapat menyebabkan perdarahan pada hepar namun tidak ada akumulasi berlebih lemak. Pada unggas penderita FLHS, kadar lemak pada hepar setidaknya sekitar 40%.
Tingkat keparahan dari FLHS sebagai berikut:
- 1 = tidak ada hemoragi
- 2 = 1–5 hemoragi
- 3 = 6–15 hemoragi
- 4 = 16–25 hemoragi
- 5 = >25 hemoragi, masif

Pencegahan
Melakukan pemantauan berat badan dan asupan pakan harian. Berbagai macam produk sampingan seperti biji-bijian penyuling, tepung ikan, dan tepung alfalfa dapat mengurangi kejadian FLHS.
Referensi
Crespo, Rocio. 2020. Fatty Liver Hemorrhagic Syndrome in Poultry. North Carolina State University. MSD Vet Manual
Trott KA, Giannitti F, Rimoldi G, Hill A, Woods L, Barr B, Anderson M, Mete A. 2014. Fatty liver hemorrhagic syndrome in the backyard chicken: a retrospective histopathologic case series. Vet Pathol. (4):787-95. doi: 10.1177/0300985813503569.