penyakit pullorum bersifat sangat infeksius dan kontagius yang disebabkan oleh Salmonella pullorum. Morbiditas dan mortalitas bervariasi tergantung umur, status imun, manajemen, dan lingkungna. Penularan dapat secara vertikal (transovarian) atau horizontal. Kejadian kematian pada ayam berumur muda terbanyak akibat dari induk yang terinfeksi (transovarian) dan penularan secara horizontal diduga adanya kontak dengan burung yang terinfeksi S.pullorum. Bakteri Salmonella pullorum dapat menular secara kontak langsung maupun tidak langsung melalui kontaminasi minum, telur yang terinfeksi, luka, pekerja yang terkontaminasi, truk, dan peralatan kandang.
Gejala Klinis
- Ayam berumur tua dapat bersifat asimtomatis dan tanpa ditemukan lesi, namun daya tetas telur rendah.
- Unggas yang menetas dari telur yang terinfeksi mengalami kelemahan dan mati beberapa minggu kemudian.
- Sayap terkulai
- Berak Putih seperti pasta
- Penurunan nafsu makan atau tidak sama sekali
- Pertumbuhan unggas terganggu
- Pada beberapa kasus gejala tidak muncul dan mengalami kematian pada minggu ke 2 dan 3
- Dyspnoea
- Meningkatnya kasus kematian dalam kerabang
Diagnosa
- Sampel untuk kultur bakteri dapat menggunakan hampir dari seluruh organ, jaringan, feses hewan yang terinfeksi, swab lingkungan kandang
- Biakan bakteri dengan selective media meliputi MacConkey agar, Xylose lysine deoxycholate agar, Brilliant green agar (BGA), Brilliant green sulphapyridine agar.
- Konfirmasi tes dengan menggunakan PCR
- Serologi tes dengan menggunakan metode rapid whole blood agglutination, rapid serum agglutination (RST), tube agglutination and micro-agglutination
Lesi Postmortem
- Peritonitis, kongesti jaringan, dan inflamasi sisa yolk sac pada DOC
- Perihepatis, oophoritis, regresi ovarium, salphingitis
- granulomatous pada jantung dan paru – paru
- Infeksi yang lebih lama ditemukan foci nekrotik pada caecum, hati, paru – paru, dan organ dalam lainnya
- Terdapat bintik putih atau multifokal nekrosis pada hati dan limpa
- Ovarium tidak beraturan dengan folikel kecil dan perubahan warna


Pencegahan
- Menjaga biosecurity
- Memastikan unggas berasal dari mesin tetas yang bersih dari kontaminasi
sanitasi mesin penetasan - Desinfeksi kandang dengan formaldehyde 40%
- Melakukan pemisahan ayam sehat dan yang terserang penyakit
- ayam yang sakit parah dimusnahkan
- Kontrol hama
- Melakukan sampling dan pengujian rutin untuk mengetahui adanya penyakit pullorum
- Memperbaiki manajemen peternakan untuk mengurangi faktor predisposisi
Pengobatan
Pengobatan biasanya dilakukan dengan penyuntikan antibiotika seperti amoxicillin, sulfonamide, tetracycline, dan fluoroquinolone. Namun dinilai kurang efektif. Disarankan dilakukan pemusnahan terhadap unggas yang terinfeksi pullorum.
Referensi
OIE. 2012. Fowl Typhoid and Pullorum Disease chapter 2.3.11.
Rajagopal R, Mini M. Outbreaks of salmonellosis in three different poultry farms of Kerala, India. Asian Pac J Trop Biomed. 2013;3(6):496-500. doi:10.1016/S2221-1691(13)60103-3.
Zalava, G. Fowl Typhoid and Pullorum Disease. Avian Health International, LLC.