disebabkan oleh infeksi bakteri gram positif yaitu Mycobacterium avium (M. avium). Penyakit bersifat kronis, menimbulkan dampak ekonomi peternakan karena penurunan produksi telur dan kematian. Dapat menyerang semua spesies unggas, biasa menginfeksi di umur tua. Faktor predisposisi utama dari M. avium antara lain usia, kepadatan populasi , dan kebersihan kandang. Penularan karena adanya kontak dengan unggas yang terinfeksi, peralatan kandang yang terkontaminasi, ataupun petugas kandang. Penyebaran penyakit dapat melalui minuman yang tercemar, secara faeco-oral rute. Penyakit ini perlu diwaspadai karena penyakit avian tuberculosis bersifat zoonosis sehingga dapat menular ke manusia.
Gejala Klinis
- unggas terinfeksi avian tuberculosis ditandai dengan atropi pada otot dada (m.pectoralis), tampak kurus, lesu, lemah, bulu berdiri, aktivitas menurun, bobot menurun, sayap terkulai, diare, ascites dan produksi telur menurun.
Lesi postmortem
- Ditemukan nodul kaseosa pada organ pencernaan seperti hati, limpa, dan ginjal dengan ukuran bervariasi.
- Tembolok kosong.
- Hepatosplenomegali.
- Limpa membesar, bernodul, dan berwarna pucat.
- Nodul warna putih menyebar pada organ hati dan limpa

Diagnosa
- Diagnosa biasanya berdasarkan histopatologi dan isolasi postmortem.
- Preparat histopatologi dengan pawarnaan acid – fast meliputi ziehl neelsen dan truant dengan sampel yang diambil dari lesi organ atau feses
- Gold standart pemeriksaan tubercullosis dengan isolasi M.Avium pada kultur media.
- Pengujian secara molekular menggunakan sampel feses dengan metode PCR dengan amplifying insertion sequence IS901.
- Uji serologis dengan ELISA.

Pencegahan dan Penanganan
- Stamping out unggas yang terinfeksi
- Disinfeksi area kandang yang tercemar dilakukan secara menyeluruh dan tuntas karena bakteri M. avium dapat bertahan hingga 4 tahun dalam lingkungan .
Pengobatan
Pengobatan dengan antibiotik kurang dianjurkan karena membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal.
Referensi
Wahyuwardhani, sutiastuti. Infeksi Mycobacterium Avium pada Unggas dan Penularannya pada Manusia. Lokakarya Nasional Penyakit Zoonosis. Balai Besar Penelitian Veteriner.
https://www.fao.org/ag/againfo/programmes/en/empres/gemp/avis/poult-over/tools/0-tabl-bacterial-infections.html. Diakses secara online pada 24 Desember 2021.
Routh, andrew and sanderson, stephanie. 2009. Handbook of Avian Medicine (Second Edition). P 275 – 308.
Zhu, De-Kang, et al. 2016. Outbreak of Avian Tuberculosis in Commercial Domestic Pekin Ducks (Anas platyrhynchos domestica). Avian Diseases, 60(3):677-680. American Association of Avian Pathologists.
Sattar, A., Zakaria, Z., Abu, J. et al. Isolation of Mycobacterium avium and other nontuberculous mycobacteria in chickens and captive birds in peninsular Malaysia. BMC Vet Res 17, 13 (2021). https://doi.org/10.1186/s12917-020-02695-8