Plasmodiosis atau yang lebih dikenal dengan malaria unggas merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa dari spesies Plasmodium sp. Penyakit ini ditularkan oleh arthropoda, seperti nyamuk. Penyakit ini menyebabkan kematian (mortalitas) pada unggas mencapai 80-90%.
Etiologi dan Transmisi
Penyakit ini diakibatkan oleh protozoa dari genus Plasmodium. Pada ayam disebabkan oleh Plasmodium galinaceum, dan P. juxtanuclear. Sedangkan pada itik disebabkan oleh P. lophurae. Tidak hanya dapat menyerang unggas konsumsi, penyakit ini juga dapat menyerang unggas hias/kicau maupun hewan mamalia.
Penularan dapat terjadi melalui nyamuk yang menghisap darah unggas. Spesies nyamuk yang dapat menularkan penyakit ini diantaranya adalah Culex sp., Culiseta sp., dan Aedes sp.
Gejala Klinis
- Tidak semua unggas sakit menampakkan gejala (non-symptomatis)
- kelemahan, lesu
- dyspnea
- anemia
- abdominal distention (perut membesar)
- eyelid swelling (pembengkakan kelopak mata)
- occular hemoragi (kemerahan pada mata)
- kematian
- Unggas terinfeksi yang tidak bergejala dapat menjadi karier atau sumber infeksi bagi unggas yang lain.
Diagnosis
- melihat gejala klinis
- pemeriksaan ulas darah
- uji ELISA
- uji PCR

Pencegahan
Mengendalikan nyamuk secara kimia dengan melakukan fogging menggunakan larvasidal.
Pengendalian secara non-kimia dengan menjaga kebersihan kandang, tidak membiarkan adanya genangan, serta menggunakan light trap.
Penanganan
Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan:
- Chloroquine 10-25 mg/kg PO
- Primaquine 0,3-1 mg/kg PO q24h, 3-10 hari
Referensi
Kementerian Pertanian. 2014. Manual Penyakit Unggas: Plasmodium Unggas. hal: 214-219.
Doneley, Bob. 2010. Avian Medicine and Surgery in Practice. Companion and aviary birds. UK: Manson Publishing.
Lance Wheeler, 2018–2019. https://www.veterinaryparasitology.com/plasmodium.html