Paris 19/11/21, Sejak 1 Mei 2021 OIE menyampaikan wabah Flu Burung dengan patogenitas (HPAI) Telah dikonfirmasi di 41 negara dari berbagai wilayah pada unggas dan burung liar. Saat ini hadir di afrika, asia dan eropa. Penyakit ini merupakan ancaman bagi stabilitas ekonomi, ketahanan pangan dan mata pencaharian. Umumnya dikenal sebagai flu burung, flu burung adalah penyakit yang sangat menular yang mempengaruhi beberapa spesies unggas, serta burung peliharaan dan burung liar dan kadang-kadang manusia. Penyakit kompleks ini disebabkan oleh virus yang terbagi dalam beberapa subtype yang karateristik genetiknya berkembang pesat. Selama bebrapa tahun terakhir, banyak subtype virus HPAI telah beredar di berbagai burung dalam skala geografis yang besar. Khususnya pada tahun 2021, variablilitas genetic suptipe yang belum pernah terjadi sebelumnya telah dilaporkan pada burung, sehingga menciptakan lanskap yang menantang secara epidemiologis. H5N1,H5N3,H5N4,H5N6 atau H5N8 adalah subtype yang saat ini beredar pada populasi unggas dan burung liar seluruh dunia.
USDA animal health and plant health inspection service telah mengkonfirmasi Highly pathogenic Eurasian H5 Avian Influenza (HPAI) pada burung liar wigeon di South Carolina. Sebelum itu Eurasian HPAI tidak terdeteksi pada burung liar di amerika serikat sejak tahun 2016. Terdapat kasus HPAI H7N3 di peternakan kalkun pada tahun 2020 di South Carolina. Layanan AHPIS Wildlife servive telah mengumpulkan sampel dari pemburu burung liar wigeon dan diuji di pusat Clemson Veterinary Diagnostic Center. Sampel yang diduga positive kemudian dikirim ke AHPIS National Veterinary Services Laboratories (NVSL) untuk melakukan uji konfirmasi laboratorium
Sangat penting bahwa negara-negara memberi tahu wabah secara tepat waktu kepada OIE, untuk memastikan pemantauan yang akurat dari evolusi dan penyebaran penyakit lintas batas ini. Kasus-kasus HPAI yang teridentifikasi pada spesies unggas dan non-unggas, termasuk satwa liar harus diberitahukan. Kewajiban pelaporan yang diperbarui akan berlaku mulai 1 Januari 2022 dan seterusnya. Negara-negara juga akan diminta untuk melaporkan infeksi dengan virus flu burung patogenisitas rendah yang diidentifikasi pada unggas liar domestik dan penangkaran dan yang telah terbukti menularkan secara alami ke manusia terkait dengan dampak kesehatan yang parah. Laboratorium Referensi OIE yang berspesialisasi dalam flu burung dapat mendukung laboratorium nasional dalam mendiagnosis sampel mereka, sesuai kebutuhan negara.
Karena dampak penyakit pada mata pencaharian peternak unggas dan perdagangan internasional, serta risiko penularan ke manusia, sektor kesehatan hewan harus menerapkan langkah-langkah biosekuriti yang ketat di peternakan dan perdagangan, di pasar unggas hidup untuk mencegah penyebarannya. Selain itu program vaksinasi yang berkala juga menjadi langkah yang harus diambil terutama pada peternakan ayam petelur . Misalnya, mengisolasi unggas yang terinfeksi dari unggas yang sehat dan membersihkan serta mendisinfeksi kandang unggas sangat dianjurkan. Perencanaan yang tepat dan pelaksanaan program surveilans pada unggas liar, serta menghindari kontak langsung atau tidak langsung antara unggas domestik dan liar sama pentingnya dalam mengurangi wabah pada unggas domestik dan mencegah masuknya virus ke dalam flok.
Sumber : OIE (World Organization For Animal Health) dan USDA animal health and plant health inspection service
