Jumat (28/01/22) Badan Penelitian Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI Mengukuhkan 3 Profesor riset baru yang salah satunya merupakan Peneliti di Balai Besar Penelitian Veteriner. Profesor riset yang dikukuhkan adalah Prof (R) Dr.drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si Bidang Kedokteran Hewan, Prof (R) Dr. Atien Priyanti Soedaryo Putri bidang Ekonomi Pertanian, dan Prof (R) Dr.Muhammad Azrai Bidang Pemuliaan dan genetika tanaman.
Pada Kesempatanya Prof NLP Indi Dharmayanti menyampaikan orasinya yang berjudul ” INOVASI TEKNOLOGI VETERINER BERBASIS BIOLOGI MOLEKULER UNTUK MENDUKUNG PENGENDALIAN PENYAKIT AVIAN INFLUENZA DI INDONESIA” Pada Jumat (28/1) di auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor.
Pada Kesempatanya beliau menyampaikan bahwa penyakit Avian Influenza (AI) merupakan penyakit zoonosis dan pathogen pada manusia dan hewan yang menyebabkan epizootic berulang, epidemic tahunan dan pandemic periodik . Kasus kematian manusia di Indonesia akibat dampak zoonosis virus H5N1 tertinggi di Dunia, Penyakit HPAI subtype H5N1 masuk dan menjadi endemic di Indonesia sejak tahun 2003 serta menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan baik pada peternakan rakyat maupun komersil.
Pada orasinya Prof NLP Indi Dharmayanti yang juga menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner menjelaskan bahwa orasi ini memaparkan mutasi dan dinamika virus AI di Indonesia yang melatarbelakangi dikembangkanya inovasi pengendalian penyakit AI. Inovasi yang dikembangkan meliputi Diagnosa Penyakit, Pengembangan Vaksin dan Obat yang disesuaikan degan dinamika virus AI untuk pengendalian penyakit pada hewan dan meminimalkan transimisi virus dari hewan Ke Manusia.
Invensi-invensi berbasis biologi molekuler dalam pengendalian penyakit AI yaitu melakukan identifikasi dan karakterisasi dengan teknologi RT-PCR, Penemuan virus Reassortant H5N1 dengan H3N2, HPAI dan LPAI, Virus reassortant H5N1 clade 2.1.3 dengan clade baru 2.3.2 serta reassortant H9N2 dan H5N1, selain itu inovasi dalam bidang pengembangan vaksin AI juga dilakukan yaitu dengan mengembangkan vaksin monovalent H9N2 dan Vaksin Kombinasi H9N2 dan H5N1 yangj uga telah dilisensi oleh perusahaan. Teknologi DIVA dan Invensi Pengembangan obat antiviral AI juga sedang dikembangkan oleh BB Litvet.
Pada acara tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Menegaskan peran penelitian pertanian dan eksistensi professor riset bidang pertanian menjadi salah satu kunci keberhasilan program dan kemajuan pertanian. Hingga saat ini kementerian pertanian memiliki 58 orang professor riset aktif dari total 1.581 Peneliti.
