Dalam Industri perunggasan, penyakit unggas merupakan hambatan utama dalam pemeliharaan unggas, karena dampak yang ditimbulkan oleh gangguan kesehatan unggas tidak bisa dianggap biasa. Ditambah dengan factor cuaca dan kerusakan lingkungan sehingga penyakit pada unggas menjadi tak terhindarkan. Tren Penyakit yang menyerang unggas dari tahun ke tahun cenderung relative sama. Beberapa penyakit masih menjadi momok dalam hal menyerang kesehatan ayam. Hal tersebut disampaikan oleh drh. Hadi Wibowo selaku Wakil Ketua umum Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) mengatakan bahwa tren penyakit unggas di Lapangan dari tahun ke tahun selalu sama “ Beberapa penyakit yang muncul antara lain adalah penyakit viral, penyakit bacterial , penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasite” ungkapnya dalam webinar poultry Indonesia Forum. Pada kesempatanya beliau lebih lanjut menjelaskan bahwa penyakit yang muncul disebabkan virus antara lain Newscastle Disease (ND), Infectious Bursal Disease (IBD), Infectious Bronchitis Variant (IBD-Variant) dan tentunya Avian Influenza. Menurut laporan di lapangan, kejadian penyakit ND sepanjang tahun dan setiap tahunya selalu terjadi dan lebih banyak kasusnya pada broiler. Hal ini bisa disebabkan oleh karena factor vaksinasi, pemeliharaan dan factor lainya, apabila pada ayam layer kejadian ND menyangkut masalah resistensi.
Senada dengan drh. Hadi, Prof.Dr.drh. I Wayan T Wibawan, M.Sc, selaku guru besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB (SKHB IPB) juga mengatakan bahwa kejadian penyakit ND, Biasanya ayam sudah divaksin namun kemudian timbul gejala “Gejala yang timbul ini merupakan kegagalan merespon vaksin. Bisa disebabkan oleh oleh banyak hal yang salah satunya adalah agen imunosupresi” pungkasnya.
Menurut wayan, penyakit unggas yang mendominasi adalah penyakit saluran pernapasan dan pencernaan apalagi pada bulan Desember 2021 mulai ada kelembaban yang meningkat,musim hujan juga mulai. Predisposisi pada bulan tertentu selalu berulang setiap tahunya. Pada musim hujan , sering terjadi penyakit yang disebabkan oleh E.Coli yaitu Collibacilosis. Hal demikian juga terjadi adanya kegagalan dari vaksin Coryza-Coli.
Kasus tren yang ada di lapangan selama 2021 menjadi pembelajaraan sekaligus persiapan penanganan pencegahan masuknya penyakit pada tahun 2022. Sesuai dengan BMKG bahwa pada tahun 2022 Indonesia juga akan mengalami puncak musim hujan dan puncak musim kemarau yang tentunya memiliki dampak yang perlu di atasi bersama dengan Early Detection and Mitigation selain itu menurut OIE di Eropa isu penyakit flu burung juga terus menjadi perhatian bagi kita semua,karena di beberapa negara wilayah eropa terjadi peningkatan kasus Avian Influenza
Sumber : Poultry Indonesia dan OIE (World Organization for Animal Health)
