Penyakit Tetelo atau disebut Newcastle Disease masih menjadi ancaman dan beban ekonomi para peternak karena mempengaruhi produksi unggas secara signifikan. Newcastle Disease Virus (NDV) yang disebabkan oleh Avian Paramyxovirus Famili Paramyxoviridae merupakan penyakit yang sangat menular dengan angka kematian yang tinggi selain itu ayam sangat rentan terhadap infeksi NDV . Penyakit NDV bersifat akut pada unggas serta menular secara cepat dan menimbulkan gangguan pernapasan yang sering diikuti oleh gangguan syaraf seperti diare.
Kejadian penyakit NDV kerap kali dianggap sebagai salah satu penyakit yang penting di bidang perunggasan. Kejadian wabah penyakit NDV sering kali terjadi pada kelompok ayam yang tidak memiliki kekebalan dan kelompok yang memiliki kekebalan rendah akibat terlambat divaksinasi atau kegagalan program vaksinasi. Kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan dapat berupa kematian ayam, penurunan produksi telur pada ayam petelur, gangguan pertumbuhan dan penurunan bobot badan ayam pedaging. Kerugian akibat penyakit NDV disebabkan angka morbiditas dan mortalitas pada ternak unggas sangat tinggi yang dapat mencapai 50-100%
Berdasarkan data Global Protection Service-Disease Surveillance (GPS-DS) dari tahun 2018 hinggas 2021, NDV merupakan penyakit utama yang sering ditemukan pada ayam petelur, dari sisi vaksinasi terdapat 3 masalah utama yaitu interferensi kekebalan asal induk terhadap kerja vaksinasi konvensional, kualitas aplikasi vaksinasi dan adanya reaksi pasca vaksinasi. Penyakit NDV bisa menyerang baik dengan system pemeliharaan close house ataupun Open House jika tidak memiliki imunitas yang baik dan didukung oleh manajmen praktik serta biosekuritas yang baik, hal ini dapat terjadi karena dari beberapa studi jurnal bahwa penyakit NDV dapat terbawa oleh kendaraan, pakaian, peralatan, vector, maupun karyawan yang terkontaminasi.
Sumber : Balai Besar Penelitian Veterner, Manual Penyakit Unggas dan Poultry Indonesia
