Infestasi tungau merupakan penyakit ektoparasit yang sering terjadi pada unggas. Penyakit ini dapat menyebabkan pruritus, anemia, hingga dapat menurunkan imunitas.

Etiologi dan Transmisi

Tungau yang biasa menyerang unggas adalah Ornithonyssus bursa, Dermanyssus gallinae, dan Cnemidocoptes spp.

Ornithonyssus seringkali berada pada sekitar kloaka, ekor, dan dada. Tungau ini berukuran kecil, berbentuk oval dengan penutup tipis, berambut, dan memiliki delapan kaki ketika dewasa.

Dermanyssus seringkali disebut sebagai red mites. Tungau ini menghisap darah host pada malam hari. Saat siang hari tungau ini dapat ditemukan pada sela-sela kandang ataupun alas kandang. Di lingkungan, tungau ini tampak seperti kumpulan debu atau garam dengan beberapa serbuk berwarna merah.

Cnemidocoptes seringkali menyerang bagian muka dan kaki ayam.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung unggas yang terinfeksi ektoparasit dengan unggas yang sehat. Selain itu, penularan dapat terjadi karena parasit terbawa oleh angin dan juga dapat ditularkan melalui penggunakan kandang bekas unggas yang terinfeksi yang belum didisinfeksi dengan baik.

Gejala Klinis

Pada awal infeksi, unggas akan merasakan gatal pada bagian ekor. Selanjutnya, ektoparasit akan berada pada seluruh tubuh dan terutama pada bagian dekat mata, paruh, sayap dan sekitar kloaka. Pada ayam bagian kulit akan tampak kotor, bengkak, bersisik dan terlihat kehitaman. Bulu akan rontok dan akan terjadi perlukaan pada kulit. Gurem akan menghisap darah sehingga mengakibatkan unggas mengalami anemia. Hal ini membuat unggas menjadi lesu, lemas, dan gelisah yang akhirnya mengakibatkan penurunan produksi telur, pertumbuhan akan terhambat, menurunnya daya tahan tubuh, dan dapat terjadi kematian.

Gambar 1.Kondisi muka dan kepala ayam yang terserang gurem (Kat, 2010)
Gambar 2. Kondisi kaku ayam yang terserang gurem (Habte et.al., 2017)

Diagnosis

Diagnosis dapat dilakukan dengan melihat gejala klinis yang tampak pada tubuh unggas dengan didukung pemeriksaan secara mikroskopis kerokan kulit dengan menemukan keberadaan tungau. Spesies tungau yang sering ditemukan adalah Ornithonyssus bursa, Dermanyssus gallinae, dan Cnemidocoptes spp.

Gambar 3. Ornythonissus bursa (J. F. Butler, University of Florida dalam Kaufmann, P.E.)
Gambar 4. Dermanyssus gallinae (1) jantan dan (2) betina (Akdemir, C., et.al., 2009)
Gambar 5. Cnemidocoptes mutans (Habte, et.al., 2017)

Pencegahan

  • Rutin melakukan disinfeksi
  • mengganti alas kandang secara berkala
  • mengatur sirkulasi udara dalam kandang
  • Sinar matahari harus dapat masuk dalam kandang
  • senantiasa menjaga kebersihan kandang.
  • Penyemprotan peremethrin dapat dilakukan sebulan sekali pada wilayah kandang

Penanganan

  • Memandikan menggunakan sulfur
  • pemberian ivermectin dengan dosis yang sesuai
  • dilakukan penyemprotan pada area kandang menggunakan insektisida yang mengandung permethrine
  • Permethrine juga dapat diberikan sebagai terapi topikal
  • Penggunaan organophosphate kurang direkomendasikan karena potensi efek samping tinggi.

Referensi

  • Kaufmann, P. E. ____. External Parasites of Poultry. University of Florida.
  • Akdemir, C., Gulcan, E., and Tanritanir, P. 2009. Case Report: Dermanyssus gallinae in a Patient with Pruritus and Skin Lesions. Türkiye Parazitoloji Dergisi, 33 (3): 242 – 244.
  • Doneley, Bob. Avian Medicine and Surgery in Practice Companion and Aviary Birds 2nd Edition: Chapter 10. Pg. 163-186.
  • Graham, J. E. 2016. Blackwell’s Five-Minute Veterinary Consult Avian: Ectoparasites. Pg. 101-102.
  • Habte, T., Amare, A., Bettridge, J., Collins, M., Christley, R., and Wigley, P. 2017. Guide to chicken health and management in Ethiopia For farmers and development agents. The BBSRC and the UK Department for International Development. DOI:10.13140/RG.2.2.14420.65923.
  • Kat 2010. Ornithonyssus Bursa. http://katufrrj.blogspot. com/2010/02/ornithonyssus-bursa.html. [Diakses 18 Agustus 2021]. Kementerian Pertanian. 2014. Manual Penyakit Unggas: Gurem. Hal.203-206.