Etiologi dan Transmisi

Ascariasis merupakan penyakit infeksi cacing yang dapat menyerang unggas dan disebabkan oleh cacing Ascaridia galli. Cacing ini dapat ditemukan di usus dan duodenum semua jenis unggas. Infeksi terjadi bila unggas menelan telur yang mengandung larva infektif bersama makanan atau minuman. Cacing tanah dapat juga bertindak sebagai vektor mekanis dengan cara menelan telur tersebut dan kemudian cacing tanah terbut dimakan oleh unggas.

Gejala Klinis

  • Unggas akan menjadi anemia, diare, lesu, kurus, kelemahan secara umum dan produksi telur menurun
  • Pada infeksi berat dapat terjadi kematian karena terjadi penyumbatan usus
  • Pada pemeriksaan pasca mati terlihat peradangan usus yang hemoragik dan dapat ditemukan larva pada mukosa usus
  • Kadang-kadang ditemukan parasit yang sudah berkapur dalam bagian albumin telur

Diagnosis

Diagnosis dilakukan dengan melihat gejala klinis dan didukung oleh pemeriksaan feses secara mikroskopis dengan menemukan telur cacing.

Gambar 1 Telur Ascaridia galli pada ayam layer di Leyte, Filipina (Gambar: Ybanez et.al., 2018)

Pencegahan

  • Unggas muda harus dipisahkan dari unggas dewasa
  • Pada kandang sistem umbaran harus memiliki saluran air yang baik sehingga tidak ada genangan air di tanah yang membuat tanah lembab.
  • Unggas yang dilepas harus sering dilakukan rotasi lokasi
  • Pada kandang yang menggunakan litte r harus memiliki ventilasi yang cukup dan jangan membiarkan litter basah terlalu lama
  • setiap akan memasukkan ayam baru dalam jumlah banyak harus dilakukan desinfeksi kandang terlebih dahulu

Penanganan

  • Pemberian antelmintika. Beberapa jenis antelmintika yang sering dipakai diantaranya:
    • Piperazine sangat efektif untuk memberantas cacing A. galli. Antelmintik ini dapat diberikan dalam pakan atau minum. Dosis pemberian 300-440 mg per kg pakan atau 440 mg piperazin sitrat per liter. Obat ini tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan atau produksi telurnya.
    • Hygromycin B pada dosis 8 g per ton selama 8 minggu sangat efektif memberantas cacing A. galli.
    • Albendazol dengan dosis 3,75 mg/kg berat badan efektif untuk memberantas cacing A. galli.
    • Fenbendazol. Untuk kondisi lapang maka dosis 15-20 mg/kg BB selama 3 hari berturut-turut dapat digunakan memberantas infeksi cacing pada ayam atau 30-60 ppm dalam pakan selama 6 hari berturut-turut. Pada turkey dapat menggunakan dosis 16 ppm dalam pakan selama 6 hari berturut turut.
    • Levamisol 37,5 mg/kg dalam air minum atau makanan. Satu kaplet untuk 10 ekor ayam yang beratnya 1 kg dilarutkan dalam air 2 liter minum atau dihancurkan dalam makanan 1 kg.

Referensi

  • Berjaya, Martindah E, Nurhayati IS. 2008. Masalah Ascariasis Pada Ayam, Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Dalam Mendukung Usahaternak Unggas Berdayasaing. Balai Besar Penelitian Veteriner.
  • Kementerian Pertanian. 2014. Manual Penyakit Unggas: Ascariasis Pada Ayam. Hal.185-189.
  • Ybanez, R.H.D., Resuelo, J.G., Kintanar, A.P.M., Ybanez, A. 2018.  Detection of gastrointestinal parasites in small-scale poultry layer farms in Leyte, Philippines. Veterinary World Vol.11(11):1587-1591. DOI: 10.14202/vetworld.2018.1587-1591