Biosecurity adalah pendekatan strategis dan terintegrasi yang mencakup kerangka kebijakan dan peraturan untuk menganalisis dan mengatur risiko yang berhubungan dengan kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, kesehatan, dan risiko yang terkait dengan lingkungan. Biosecurity merupakan konsep holistik yang berhubungan langsung dengan keberlanjutan pertanian, dan aspek luas kesehatan masyarakat dan perlindungan lingkungan, termasuk keanekaragaman hayati.

Tujuan biosecurity pada unggas

  1. Mencegah penyakit mematikan dan mudah menular masuk ke peternakan
  2. Mengurangi tantangan dari agen penyakit yang dapat menurunkan produktivitas
  3. Mengurangi pencemaran terhadap hasil ternak seperti telur atau daging

Filosofi biosecurity

  1. Biosecurity konseptual

Merupakan dasar dari seluruh program pencegahan penyakit, meliputi :

– pemilihan lokasi kandang yang tepat

– pembatasan kontak dengan hewan liar

– penetapan lokasi untuk menyimpan pakan

2. Biosecurity struktural

Meliputi hal-hal yang berhubungan dengan tata letak dan struktur kandang, pembuatan pagar yang benar, pembuatan saluran pembuangan, penyediaan peralatan dekontaminasi

3. Biosecurity operasional

Prosedur manajemen untuk mencegah kejadian dan penyebaran infeksi penyakit dalam suatu peternakan

Pelaksanaan biosecurity

  1. Isolasi

Tindakan memelihara ternak pada lingkungan yang terkendali dalam upaya melindungi ternak dari bibit penyakit dari luar kandang dan luar peternakan.

  2. Pengaturan lalu lintas

Barang-barang atau personil yang masuk ke lingkungan kandang hanyalah barang-barang yang benar-benar diperlukan atau orang yang biasa menangani kandang.

3. Sanitasi

Pembersihan dan desinfeksi secara teratur terhadap peralatan maupun pekerja yang keluar masuk kandang. 

Kegiatan sanitasi yang dapat dilakukan yaitu: 

  • membersihkan feses/kotoran hewan
  • memberikan antiseptik pada air minum
  • menggunakan alas kaki khusus untuk ke kandang
  • menggunakan baju khusus untuk bekerja di kandang
  • membersihkan alas kaki dengan desinfektan