Infectious laryngotracheitis (ILT) adalah penyakit pada saluran respirasi bagian atas yang menginfeksi ayam. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian produksi yang parah akibat tingginya kematian dan menurunnya produksi telur. ILT menyebabkan tingginya angka kematian (mortalitas) dan angka kesakitan (morbiditas), sehingga sangat diperlukan kontrol penyakit dan perbaikan managemen untuk mengurangi persebaran penyakit.
Etiologi dan Transmisi
Infectious Laringotracheitis disebabkan oleh ds-DNA Gallid herpesvirus type 1 (GaHV-1) genus Iltovirus dan sangat mudah ditransmisikan dari hewan yang terinfeksi maupun vector. Virion GaHV-1 memiliki nukleoksid icosahedral simetri yang dikelilingi oleh lapisan tegument protein dan dikemas oleh amplop luar dengan glikoprotein.

Gejala Klinis
Virus GaHV-1 menyebabkan penyakit respiratori akut pada ayam. Pada keadaan parah ILT menimbulkan peningkatan cairan hidung (nasal discharge), konjungtivitis yang sedang hingga parah, pernafasan yang lembab, dan diikuti dengan dyspnea dan eksplorasi lender dengan noda darah. Replikasi virus menyebabkan kerusakan epitelial yang parah dan hemoragi pada mukosa laring dan trakea. Sedangkan pada gejala ringan, umumnya ditandai dengan tracheitis ringan, konjungtivitis dengan pembengkakan sinus infraorbital, dan munculnya cairan hidung dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Gejala klinis ND dapat dilihat pada gambar berikut:
Perubahan patologi makroskopis

(B) Konjungtivitis ringan

(D) Hemoragi tracheitis ringan dengan mucous pada trachea
Perubahan patologi mikroskopis

(F) Ulserasi difus dari epitel konjungtiva dengan banyak sel syncytial tipe B eosinophilic intranuclear inklusi, fibrin pada daerah inflamasi dan infiltrasi limfosit pada stroma

Diagnosis
Penyakit pernafasan tidak menggambarkan gejala yang pathognomonic, bahkan ketika terlihat adanya lesi pada trakea dengan mukosa maupun pendarahan, diagnosa hanya dengan melihat gejala klinis sulit untuk dilakukan. Metode yang dapat digunakan untuk meguji ILT adalah isolasi dan identifikasi virus ILT, Elisa ILT, PCR dan Histopatologi. Penggunaan metode Real-time PCR dan melihat perubahan secara histopatologi paling sering digunakan untuk mendiagnosa penyakit. Perubahan histopatologi pathognomonic yang dapat dilihat adalah adanya intranuclear inclusion bodies pada organ respirasi dan sel conjunctival epithelial dengan pewarnaan Hematoxylin-eosin maupun giemsa.
Pencegahan
Procedur biosecurity sangat penting dalam pencegahan penyakit, akan tetapi vaksinasi adalah cara yang paling umum dilakukan untuk mengontrol penyakit di daerah endemic. Baik vaksin live yang dilemahkan dan vaksin vector virus rekombinan dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan. Memusnahkan unggas yang terinfeksi seringkali diperlukan untuk mencegah wabah Infectious Laryngotracheitis. Selain itu pencegahan ILT ini membutuhkan Kerjasama antara industry peternakan dan pemerintah.
Penanganan
Saat ini belum ada obat yang efektif untuk mengobati maupun mengurangi gejala klinis yang timbul akibat ILT. Penanganan penyakit yang saat ini dapat dilakukan bertujuan untuk mencegah peningkatan penyebaran dan meningkatnya populasi kematian unggas akibat ILT. Pemusnahan unggas yang telah terinfeksi adalah suatu penanganan agar unggas lain tidak tertular. Selain itu perlu diperhatikan manajemen pemusnahan limbah, biosecurity dan lain – lain. Pencegahan terhadap adanya infeksi sekunder juga dapat dilakukan untuk menangani ILT pada unggas, termasuk dengan cara meningkatkan imunitas dari unggas tersebut.
Referensi
Kaboudi, K., Nciri, J., Amara, A., Laarbi, I., Moalla, N., Bouzouaia, M., Ghram, A. 2016. Histopathological and Molekular Diagnosis of Infectious Laryngotracheitis in Tunisia. International Journal of Livestock Research Vol.6 (10): 34-45.
Pattison, M., et al. 2008. Poultry Diseases. Elsevier: USA.
Swayne, D. E., et al. 2020. Diseases of Poultry 14th Edition. Wiley Blackwell: USA.
Saepulloh, M., Darminto. 1999. Epidemiologi, Diagnosis dan Kontrol Penyakit Infectious Laryngotracheitis (ILT) Pada Ayam. WARTAZOA Vol. 8 (1): 20-27
Tarmudji. 2005. Penyakit Pernafasan Pada Ayam, Ditinjau dari Aspek Klinik dan Patologik serta Kejadiannya di Indonesia. WARTAZOA Vol.15 (2): 72-83