Candidiasis merupakan penyakit Mikal yang disebabkan oleh Candida. Pwnyakit ini utamanya disebabkan oleh Hygene yang tidak baik. Candida dapat hidup saprobe tanpa menyebabkan kelainan pada berbagai permukaan tubuh manusia dan hewan. Khamir ini tergolong patogenik dan menimbulkan penyakit (Mikosis). Pada beberapa kondisi tertentu, Candida menjadi pathogen dan mampu menyebabkan penyakit disebut candidiasis dan candidosis. Penyakit candidiasis merupakan penyakit mikotik opportunistic pada saluran pencernaan berbagai jenis unggas.
Etiologi dan Transimisi
Penyakit ini disebabkan oleh candida yang memiliki morfologi bulat, lonjong atau bulat lonjong dengan ukuran 2-5 x 3-6 μ hingga 2-5 x 5-28 μ. Khamir ini dapat memperbanyak diri dengan membentuk tunas blastospora dan terus memanjang membentuk sebuah hifa yang semu. Spesies candida yang paling sering ditemukan dan diisolasi adalah C. albicans dimana kasus ini kurang lebih ditemukan hampir 95%. Selain itu terdapat beberapa spesies yang diisolasi adalah C.krusei, C.tropicalis, C.dubliniensis, C.famata, C.firmetaria, C.glabrata, C.guilliermondii, C.inconspicua, C.kefyr, C.lipolytica, C.lusitaniae, C.norvegensis, C.parapsilosis, dan C.rugosa. Spesies-spesies Candida adalah Khamir imperfecti ( Tidak memiliki bentuk seksual), tergolong dalam family Cryptococcacea, ordo Cryptoccales, klas Blastomycetes dan divisi fungi imperfecti.
Penyakit candidiasis merupakan penyakit yang tidak menular dari satu ayam ke ayam lain namun penyakit ini bersifat oportunistik, sehingga dapat menular melalui oral karena mengkonsumsi pakan atau air minum atau karena kontak dengan bahan/lingkungan.

Gambar 1. Koloni Candida albicans pada meal agar at pm : 100x

Gejala Klinis
Gejala Klinis pada ayam terserang pada umumnya tidak terlalu spesifik dan sedikit dikarenakan penyakit tersebut terjadi setelah situasi predisposisi dalam dalam kondisi lapangan. Gejala yang dapat dilihat adalah penurunan berat badan, penurunan produksi telur dan stunting. Infeksi ringan pada saluran pencernaan digolongkan sebagai subklinis dan menyebabkan depigmentasi dan berpotensi mengarah pada infeksi sekunder. Candida pada kulit juga merupakan hal yang penting karena dapat menyebabkan kehilangan dan bulu dan factor rentan penularan.
Diagnosis
Metode diagnosis dapat dilakukan koleksi pada lingkungan sekitar ayam dengan melakukan pengambilan sampel pada kotoran segar dari kandang ayam, rumput, tanah dan pepohonan sekitar kandang dengan sendok plastic steril serta disimpan dalam kantong ziplock steril. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis, isolasi dan identifikasi, spesifikasi dan molecular diagnosis dengan menggunakan PCR teknik.

Gambar 3. A) Crop ayam dengan plaque/pseudomembrane keputihan pada ayam kalkun b) terdapat banyak lesi serupa ulcer yang dangkal, mengelupas serta necrosis pada ayam petelur (Becky Tilley and Jenny Nicholds, 2021)
Pencegahan
- Melakukan control sanitasi yang baik di lingkungan kawanan bersama dengan eliminasi factor predisposisi cukup untuk pencegahan klinis candidiasis.
- Burung/ayam yang terinfeksi harus dipisahkan dari kawanan lainya karena merupakan sumber potensial penularan
- Telur Fertil harus dicelupkan ke dalam larutan yodium untuk mencegah penularan pathogen pada kulit telur dari induknya pada anak ayam yang baru menetas (Asfaw and Dawir, 2017)
Penanganan
- Terapi dengan cooper sulfat 0,05% di air minum efektif dilakukan
- Antijamur dalam pakan atau air minum dapat digunakan seperti : nystatin dicampur dengan sodium lauryl sulfate (7.8 – 25 mg/L) selama 5 hari atau nystatin pada pakan ( 220 mg/Kg Pakan), parconazole, ketoconazole dan gentian violet
Referensi
Asfaw, M. and Dawit, D. 2017. Review on Major Fungal Disease of Poultry. British Journal of Poultry Sciences, 6(1), 16-25.
Becky Tilley and Jenny Nicholds. 2020. Candidiasis in Poultry . MSD ManualVeterinary.https://www.msdvetmanual.com/poultry/aspergillosis/aspergillosis-in-poultry.
Kemois E.K, Okemo and Bii C.C. 2013. Isolation of candida species in domestic chicken (Gallus gallus) Droppings in Kabigeriet Village, Nakuku County Kenya. Kenya. Kenyya Medical research institute. Edition Vol.9 No.36.
Kementerian Pertanian.2014. Manual Penyakit Unggas : Aspergillosis. Hal 163-168.
Zaid Yaseen Ibrahim, Balqes Hassan ali, Rafi Khalid A, Ahmed Sami J, Waleed Hamid Farhan and Mustafa Salah Hasan. 2020. Avian Candidiasis : A Review. Baghdah Iraq. Research Article, ISSN 0975-2366 DOI: https://doi.org/ 10.31838.