Karanganyar 29/10/21, Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), Balitbangtan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Padat Karya dengan tema ‘Hilirisasi Inovasi Balitbangtan Dalam Peningkatan Kesehatan dan Produktivitas Ternak di Kabupaten Karanganyar’. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama BBLitvet dengan DPR-RI Komisi IV, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan BIMTEK diselenggarakan pada tanggal 29 Oktober 2021 di Kabupaten Karanganyar. Kegiatan BIMTEK berlangsung di Aula Rumah Makan ABG Bumes Kecamatan Mojogedang dengan jumlah peserta 100 orang. Peserta terdiri dari peternak itik, peternak ayam, para pemuda desa dan penyuluh peternakan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. Panitia memeriksa suhu tubuh peserta sebelum memasuki lokasi BIMTEK, menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan masker, serta mengatur jarak antar tempat duduk. Peserta yang hadir mendapatkan bingkisan yang terdiri dari goodiebag, masker, face-shield, dan produk inovasi Balitbangtan seperti Eucalyptus Roll-on dan Mie Sorgum.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Ketua DPRD Kab. Karanganyar, Tony Hatmoko, S.E., M.M. Pada sambutannya Wakil Ketua DPRD Kab. Karanganyar menyampaikan terima kasih kepada Balai Besar Penelitian Veteriner atas terselenggaranya kegiatan BIMTEK karena ini merupakan awal yang baik untuk meningkatkan pengetahuan para peternak di Kab. Karanganyar agar dapat meningkatkan produktivitas ternak seperti sapi, kambing, babi dan ayam di Kab Karanganyar. Wakil Ketua DPRD Kab. Karanganyar juga menyampaikan bahwa Kab. Karanganyar terdapat 3 semboyan yaitu industri, pertanian dan parawisata, pertanian yang di dalamnya termasuk peternakan dapat semakin maju ke depannya dan dengan adanya pemuda yang hadir dapat menyemangati para pemuda desa untuk berdikari di Kab. Karanganyar dengan beternak.
Acara selanjutnya adalah sambutan dari Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), Dr. NLP Indi Dharmayanti, drh., MSi. Kepala BBLitvet menyampaikan salah satu tugas dari BBLitvet yaitu melakukan penelitian pada penyakit seluruh hewan, sehingga para peserta dipersilakan melakukan diskusi tentang penyakit dari hewan apapun pada saat BIMTEK. Kemudian Kepala BBLitvet menyampaikan bahwa Pemerintah berusaha membantu peternak khususnya di sekitar wilayah Kab. Karanganyar walaupun di masa pandemi salah satunya melalui kegiatan BIMTEK. Kepala BBLitvet juga berharap agar BIMTEK yang diselenggarakan dalam rangka peningkatan pemahaman terkait kesehatan ternak khususnya unggas dan inovasi Balitbangtan dapat bermanfaat bagi
peternak, pemuda, dan stakeholder yang hadir.
Sambutan selanjutnya dari anggota komisi IV DPR-RI, Luluk Nur Hamidah, M.Si., M.PA. yang menyampaikan bahwa masa pandemi ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting, karena aktivitas ekspor-impor sempat terhenti/terkendala sehingga kebutuhan pangan terganggu. Beliau juga menyampaikan bahwa ketahanan pangan khususnya yang berasal dari sektor peternakan memiliki ancaman dari perubahan iklim dan penyakit hewan, sebagai contoh kejadian banjir bandang di Kalimantan Selatan dan wabah penyakit oleh virus pada peternakan babi di selatan Kab. Karanganyar. Beliau juga berharap dengan diselenggarakannya BIMTEK ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peternak sehingga ancaman penyakit hewan terhadap sektor peternakan dapat dikendalikan dengan baik dan kualitas serta kuantitas dari produk sektor peternakan dapat bersaing dengan produk luar negeri.
Materi pertama yang disampaikan dalam kegiatan ini mengenai aspek Manajemen Kesehatan Ternak dan Biosecurity terhadap Peningkatan Produktivitas Ternak yang disampaikan oleh Dr. Bambang Ngaji Utomo, drh., MSc. pada kesempatan tersebut narasumber menyampaikan bahwa pentingnya manajemen kesehatan ternak yang baik dan biosecurity untuk menunjang keberlangsungan dan kesehatan ternak di Kab. Karanganyar. Narasumber menyampaikan bahwa terdapat tiga pilar dari usaha ternak yaitu manajemen, bibit, dan pakan. Sekitar 68% kematian hewan ternak disebabkan oleh penyakit sehingga perlunya manajemen kesehatan ternak diterapkan dengan baik. Narasumber juga mengatakan bahwa penerapan biosecurity di peternakan rakyat dapat dilakukan dengan cara pembatasan gerak, mencegah masuknya hewan liar, petugas kandang yang tertib terhadap standar operasional. Pelaksanaan biosecurity yang baik dapat mencegah atau meminimalisir terjadinya serangan penyakit.
Materi kedua disampaikan oleh Drh. Harimurti Nuradji, Ph.D membahas mengenai Program Vaksinasi Unggas. Narasumber memberikan penjelasan mengenai berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus dan sering menyerang ternak unggas khususnya ayam, pentingnya vaksinasi yang terjadwal dengan baik pada peternakan, dan mamnfaat vaksin sebagai salahsatu tindakan pencegahan. Dalam materi ini juga narasumber melakukan demonstrasi vaksinasi ND dan AI-K pada ayam KUB. Kemudian perwakilan peserta belajar melakukan vaksin dengan bimbingan dari narasumber Drh. Harimurti Nuradji, Ph.D. sebagai penutup narasumber mengingatkan bahwa pelaksanaan vaksinasi yang tepat dan sesuai jadwal dapat memberikan hasil yang optimal pada hewan ternak
Peserta BIMTEK tampak antusias dalam menerima materi. Antusiasme ini dibuktikan dengan aktifnya peserta dalam sesi diskusi. Pada saat sesi diskusi peserta mengajukan pertanyaan mengenai kasus yang terjadi di lapangan, diantaranya seperti gejala mata biru pada ternak itik atau entok.
Sumber : BBLitvet, Kementan RI


