Favus, atau kurap, juga dikenal sebagai sisir putih, adalah penyakit jamur yang disebabkan oleh Microsporum gallinae . Burung yang terkena memiliki endapan kecil, putih, berkapur di sisir, yang dapat membesar dan menyatu membentuk lapisan putih kusam dan berjamur yang mungkin setebal beberapa milimeter. Penyakit ini sembuh sendiri, dan sisir sembuh setelah beberapa bulan. Biasanya, jika penyakit terbatas pada jengger, kesehatan burung tidak terpengaruh, tetapi jika bagian yang berbulu terlibat, burung dapat menjadi kurus dan mati. Favus adalah masalah kesehatan masyarakat.

Etiologi

Microsporum Gallinae adalah jamur zoofilik yang menyebakan kurap pada monyet,  anjing, dan spesies  unggas lainya. Jamur ini memiliki kasus langka namun  dilaporkan memiliki penyebab lesi  kulit pada manusia terutama pada daerah kepala atau tubuh lainya.  Coloni jamur tersebut dapat tumbuh pada Sabourand dextrose agar (SDA)

Gambar 1 (a,b) Koloni Isolat pada Sabouraud’s dextrose agar plates (Miyasato et al 2011)

Gejala Klinis

  • Di dominasi  oleh  adanya lesi pada  kulit yaitu Bercak kecil  berwarna putih kotor pada jengger dan  meluas  ke  bagian  lain dari kepala terutama yang tidak  berbulu
  • Terdapat bercak seperti cendawan pada  bagian  berbentuk  seperti kerak berbutir
  • Nafsu  makan menurun
  • Stratum korneum kulit menebal (Lapisan  paling luar  kulit)
  • Jika terjadi infeksi pada folikel rambut maka akan rusak
Gambar 2 Ayam yang terkonfirmasi Microsporum gallinae – Positif dengan kerak putih pada jengger

Diagnosis

  • Dilakukan pemeriksaan histopatologis
  • Pemeriksaan secara mikroskopik dengan cahaya  wood
  • Kultur cendawan
  • Identifikasi  Molekuler

Pencegahan

  • menjaga  kesehatan hewan dan kebersihan kulit
  • hewan yang terinfeksi  maka sebaiknya diisolasi untuk  menghindari  kontak dengan hewan lain atau manusia
  • Perlu dilakukan  desinfeksi  kandang terutama pada lokasi sumber  spora  jamur
  • Lakukan perbaikan  sanitasi
  • Semua sisa pakan dan bahan yang tidak dipergunakan harus  dibakar

Pengobatan

  • Pengobatan  dilakukan  dengan topical  dan per oral/mulut
  • Obat  yang  digunakan mengandung lemak, jodium sulfa atau  asam salisilat.
  • Pada lesi  yang kecil digunakan 2% miconazole cream
  • 0,5 % Sulfur atau 1:300 larutan captan apabila kondisi mulai  berkembang
  • Hubungi/Konsultasikan dengan Dokter Hewan

Reference

Murata M, Takahashi H, Takahashi S, Takahashi Y, Chibana H, Murata Y, Sugiyama K, Kaneshima T, Yamaguchi S, Miyasato H, Murakami M, Kano R, Hasegawa A, Uezato H, Hosokawa A, Sano A. Isolation of Microsporum gallinae from a fighting cock (Gallus gallus domesticus) in Japan. Med Mycol. 2013 Feb;51(2):144-9. doi: 10.3109/13693786.2012.701766. Epub 2012 Jul 19. PMID: 22809243.

Miyasato H, Yamaguchi S, Taira K, Hosokawa A, Kayo S, Sano A, Uezato H, Takahashi K. Tinea corporis caused by Microsporum gallinae: first clinical case in Japan. J Dermatol. 2011 May;38(5):473-8. doi: 10.1111/j.1346-8138.2010.01090.x. Epub 2010 Dec 13. PMID: 21352324.

Kementerian Pertanian.2014. Manual Penyakit Unggas : Aspergillosis. Hal 163-168.

Chermette R, Ferreiro L, Guillot J. Dermatophytoses in animals . Mycopathologia 2008; 166 : 385 – 405

Khosravi AR, Mahmoudi M. Dermatophytes isolated from domestic animals in Iran . Mycoses 2003; 46 : 222 – 225 .

Fonseca E, Mendoza L. Favus in a fi ghting cock caused by Microsporum gallinae . Avian Dis 1984; 28 : 737 – 741 .