Favus, atau kurap, juga dikenal sebagai sisir putih, adalah penyakit jamur yang disebabkan oleh Microsporum gallinae . Burung yang terkena memiliki endapan kecil, putih, berkapur di sisir, yang dapat membesar dan menyatu membentuk lapisan putih kusam dan berjamur yang mungkin setebal beberapa milimeter. Penyakit ini sembuh sendiri, dan sisir sembuh setelah beberapa bulan. Biasanya, jika penyakit terbatas pada jengger, kesehatan burung tidak terpengaruh, tetapi jika bagian yang berbulu terlibat, burung dapat menjadi kurus dan mati. Favus adalah masalah kesehatan masyarakat.
Etiologi
Microsporum Gallinae adalah jamur zoofilik yang menyebakan kurap pada monyet, anjing, dan spesies unggas lainya. Jamur ini memiliki kasus langka namun dilaporkan memiliki penyebab lesi kulit pada manusia terutama pada daerah kepala atau tubuh lainya. Coloni jamur tersebut dapat tumbuh pada Sabourand dextrose agar (SDA)

Gejala Klinis
- Di dominasi oleh adanya lesi pada kulit yaitu Bercak kecil berwarna putih kotor pada jengger dan meluas ke bagian lain dari kepala terutama yang tidak berbulu
- Terdapat bercak seperti cendawan pada bagian berbentuk seperti kerak berbutir
- Nafsu makan menurun
- Stratum korneum kulit menebal (Lapisan paling luar kulit)
- Jika terjadi infeksi pada folikel rambut maka akan rusak

Diagnosis
- Dilakukan pemeriksaan histopatologis
- Pemeriksaan secara mikroskopik dengan cahaya wood
- Kultur cendawan
- Identifikasi Molekuler
Pencegahan
- menjaga kesehatan hewan dan kebersihan kulit
- hewan yang terinfeksi maka sebaiknya diisolasi untuk menghindari kontak dengan hewan lain atau manusia
- Perlu dilakukan desinfeksi kandang terutama pada lokasi sumber spora jamur
- Lakukan perbaikan sanitasi
- Semua sisa pakan dan bahan yang tidak dipergunakan harus dibakar
Pengobatan
- Pengobatan dilakukan dengan topical dan per oral/mulut
- Obat yang digunakan mengandung lemak, jodium sulfa atau asam salisilat.
- Pada lesi yang kecil digunakan 2% miconazole cream
- 0,5 % Sulfur atau 1:300 larutan captan apabila kondisi mulai berkembang
- Hubungi/Konsultasikan dengan Dokter Hewan
Reference
Murata M, Takahashi H, Takahashi S, Takahashi Y, Chibana H, Murata Y, Sugiyama K, Kaneshima T, Yamaguchi S, Miyasato H, Murakami M, Kano R, Hasegawa A, Uezato H, Hosokawa A, Sano A. Isolation of Microsporum gallinae from a fighting cock (Gallus gallus domesticus) in Japan. Med Mycol. 2013 Feb;51(2):144-9. doi: 10.3109/13693786.2012.701766. Epub 2012 Jul 19. PMID: 22809243.
Miyasato H, Yamaguchi S, Taira K, Hosokawa A, Kayo S, Sano A, Uezato H, Takahashi K. Tinea corporis caused by Microsporum gallinae: first clinical case in Japan. J Dermatol. 2011 May;38(5):473-8. doi: 10.1111/j.1346-8138.2010.01090.x. Epub 2010 Dec 13. PMID: 21352324.
Kementerian Pertanian.2014. Manual Penyakit Unggas : Aspergillosis. Hal 163-168.
Chermette R, Ferreiro L, Guillot J. Dermatophytoses in animals . Mycopathologia 2008; 166 : 385 – 405
Khosravi AR, Mahmoudi M. Dermatophytes isolated from domestic animals in Iran . Mycoses 2003; 46 : 222 – 225 .
Fonseca E, Mendoza L. Favus in a fi ghting cock caused by Microsporum gallinae . Avian Dis 1984; 28 : 737 – 741 .