Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), Balitbangtan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Padat Karya dengan tema ‘Peningkatan Kesehatan dan Produktivitas Ternak Itik’. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama BBLitvet dengan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang. Bimtek ini diikuti oleh 50 Peserta terdiri dari peternak dan penyuluh

Pada kesempatanya kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Wakil Bupati Kab. Semarang (M. Basari, S.T.), Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (Dr. NLP Indi Dharmayanti, drh. M.Si), Koordinator KSPHP BBLitvet (Dr. drh. Andriani, M.Si.), Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kab. Semarang (Ir. Wigati Sunu, MBA), Kepala Seksie Kesmavet (drh. Yatini, MM.), Kepala Seksie P3H (drh. Tri Hastuti, MS. MM.), Camat Kecamatan Tuntang, dan Kepala Desa Kesongo

Sesi pemaparan materi dan diskusi dimoderatori oleh drh. Dyah Ayu Hewajuli, M.Si. Terdapat dua materi yang disampaikan oleh Drh. Ciptadi Arif Wicaksono dan Drh. Suraida Meisari. Materi pertama yang disampaikan dalam kegiatan ini mengenai Program Peningkatan Kesehatan dan Vaksinasi Ternak Itik yang disampaikan oleh Drh. Ciptadi Arif Wicaksono. Narasumber memberikan penjelasan mengenai berbagai macam penyakit yang dapat menyerang itik, bagaimana penyakit pada itik dapat memengaruhi keberhasilan budidaya ternak itik, dan bagaimana pentingnya vaksinasi pada ternak itik. Dalam materi ini juga disampaikan mengenai inovasi BBLitvet dalam mengembangkan vaksin Newcastle Disease (ND) GTT/11, Vaksin Inaktif Kombinasi Avian Influenza HPAI dan LPAI, dan Vaksin Bivalen Avian Influenza (AI) yang dapat diberikan pada ternak itik.

Materi kedua disampaikan Drh. Suraida Meisari dengan membawakan materi Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Unggas. Narasumber menyampaikan bahwa pentingnya biosekuriti untuk menunjang keberlangsungan dan kesehatan ternak itik di Kabupaten Semarang. Dijelaskan juga mengenai penerapan biosekuriti yang bisa dilakukan pada peternakan skala kecil.

Peserta BIMTEK antusias dalam menerima materi. Antusiasme ini dibuktikan dengan aktifnya peserta dalam sesi diskusi. Peserta menyampaikan keluhan mengenai kasus-kasus yang sering terjadi di lapangan, di antaranya dengan gejala mata biru yang seringkali menimbulkan kematian.

Di akhir sesi diskusi Ibu Kepala BBLitvet memberikan tambahan mengenai pentingnya vaksinasi dan biosekuriti pada ternak itik untuk produktivitas yang lebih baik dan dapat terhindar dari kerugian akibat terjadinya wabah penyakit

Sumber : BB Litvet Kementan RI